Kalau kita menyangka bahwa kehidupan Rasulullah saw. mirip dengan para pemimpin dan pejabat kita, yaitu berumah besar dengan harta melimpah, kita akan kecele. Rumah tempat beliau dan Aisya tinggal tampaknya kecil, sehingga kalau Nabi saw. shalat sunnah sementara Aisya sedang tertidur, isterinya ini harus menarik kakinya agar ada tempat buat Rasulullah saw. untuk sujud. Ketika beliau berdiri, Aisya kemudian menyelonjorkan kakinya lagi.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 379 & 498.
Catatan: Hadits no. 498 merupakan bantahan keras Aisya atas pendapat yang tampaknya beredar di masanya yang mengatakan bahwa shalat menjadi batal jika anjing, keledai, atau wanita lewat di depan yang sedang shalat.
Sebuah blog tentang sisi manusia dari Rasulullah SAW berdasarkan hadits-hadits shahih.
Selasa, 03 Februari 2015
Senin, 02 Februari 2015
Sederhananya rumah tangga Rasulullah dan Aisya (1)
Kalau kita menyangka bahwa kehidupan Rasulullah saw. mirip dengan para pemimpin dan pejabat kita, yaitu berumah besar dengan harta melimpah, kita akan kecele. Riwayat di bawah ini menceritakan bagaimana di rumah Nabi saw. pernah hampir tidak ada makanan. Untungnya ada kiriman daging kambing dari seorang Anshari bernama Nusaiba.
Catatan: Nusaiba sendiri menerima kambing itu sebagai shadaqah. Keluarga Nabi saw. dilarang menerima shadaqah; tetapi di kasus ini, menurut Nabi saw. proses penshadaqahan sudah berhenti di Nusaiba. Jadi sebagian daging kambing yang dia kirimkan ke Aisya bukan shadaqah lagi.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 525 & 571.
Catatan: Nusaiba sendiri menerima kambing itu sebagai shadaqah. Keluarga Nabi saw. dilarang menerima shadaqah; tetapi di kasus ini, menurut Nabi saw. proses penshadaqahan sudah berhenti di Nusaiba. Jadi sebagian daging kambing yang dia kirimkan ke Aisya bukan shadaqah lagi.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 525 & 571.
Minggu, 01 Februari 2015
Selipan sahabat: Para isteri Rasulullah pernah salah mengartikan ucapan beliau
Sebagian isteri Rasulullah saw. pernah bertanya kepada beliau, siapa di antara mereka yang pertama wafat setelah beliau. Nabi saw. menjawab: "Yang paling panjang tangannya." Maka mereka segera mengukur dan membandingkan lengan mereka. Dan Sauda memiliki tangan yang paling panjang. Sauda memang berpostur tinggi.
Ternyata yang wafat duluan adalah Zainab binti Jahsy, di masa kekhalifahan Umar; sementara Sauda baru meninggal di masa kekhalifahan Muawiyya. Para isteri beliau baru faham bahwa yang dimaksud "panjang tangan" di sini adalah "gemar bersedekah".
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 501.
Ternyata yang wafat duluan adalah Zainab binti Jahsy, di masa kekhalifahan Umar; sementara Sauda baru meninggal di masa kekhalifahan Muawiyya. Para isteri beliau baru faham bahwa yang dimaksud "panjang tangan" di sini adalah "gemar bersedekah".
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 501.
Langganan:
Postingan (Atom)