Kalau kita menyangka bahwa kehidupan Rasulullah saw. mirip dengan para pemimpin dan pejabat kita, yaitu berumah besar dengan harta melimpah, kita akan kecele. Rumah tempat beliau dan Aisya tinggal tampaknya kecil, sehingga kalau Nabi saw. shalat sunnah sementara Aisya sedang tertidur, isterinya ini harus menarik kakinya agar ada tempat buat Rasulullah saw. untuk sujud. Ketika beliau berdiri, Aisya kemudian menyelonjorkan kakinya lagi.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 379 & 498.
Catatan: Hadits no. 498 merupakan bantahan keras Aisya atas pendapat yang tampaknya beredar di masanya yang mengatakan bahwa shalat menjadi batal jika anjing, keledai, atau wanita lewat di depan yang sedang shalat.
Sebuah blog tentang sisi manusia dari Rasulullah SAW berdasarkan hadits-hadits shahih.
Selasa, 03 Februari 2015
Senin, 02 Februari 2015
Sederhananya rumah tangga Rasulullah dan Aisya (1)
Kalau kita menyangka bahwa kehidupan Rasulullah saw. mirip dengan para pemimpin dan pejabat kita, yaitu berumah besar dengan harta melimpah, kita akan kecele. Riwayat di bawah ini menceritakan bagaimana di rumah Nabi saw. pernah hampir tidak ada makanan. Untungnya ada kiriman daging kambing dari seorang Anshari bernama Nusaiba.
Catatan: Nusaiba sendiri menerima kambing itu sebagai shadaqah. Keluarga Nabi saw. dilarang menerima shadaqah; tetapi di kasus ini, menurut Nabi saw. proses penshadaqahan sudah berhenti di Nusaiba. Jadi sebagian daging kambing yang dia kirimkan ke Aisya bukan shadaqah lagi.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 525 & 571.
Catatan: Nusaiba sendiri menerima kambing itu sebagai shadaqah. Keluarga Nabi saw. dilarang menerima shadaqah; tetapi di kasus ini, menurut Nabi saw. proses penshadaqahan sudah berhenti di Nusaiba. Jadi sebagian daging kambing yang dia kirimkan ke Aisya bukan shadaqah lagi.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 525 & 571.
Minggu, 01 Februari 2015
Selipan sahabat: Para isteri Rasulullah pernah salah mengartikan ucapan beliau
Sebagian isteri Rasulullah saw. pernah bertanya kepada beliau, siapa di antara mereka yang pertama wafat setelah beliau. Nabi saw. menjawab: "Yang paling panjang tangannya." Maka mereka segera mengukur dan membandingkan lengan mereka. Dan Sauda memiliki tangan yang paling panjang. Sauda memang berpostur tinggi.
Ternyata yang wafat duluan adalah Zainab binti Jahsy, di masa kekhalifahan Umar; sementara Sauda baru meninggal di masa kekhalifahan Muawiyya. Para isteri beliau baru faham bahwa yang dimaksud "panjang tangan" di sini adalah "gemar bersedekah".
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 501.
Ternyata yang wafat duluan adalah Zainab binti Jahsy, di masa kekhalifahan Umar; sementara Sauda baru meninggal di masa kekhalifahan Muawiyya. Para isteri beliau baru faham bahwa yang dimaksud "panjang tangan" di sini adalah "gemar bersedekah".
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 501.
Sabtu, 31 Januari 2015
Rasulullah pernah melarang seorang sahabat bersedekah banyak
Abu Waqash, seorang sahabat Rasulullah saw., pernah sakit parah, dan merasa akan segera meninggal. Dia mengutarakan niatnya untuk mensedekahkan sepertiga hartanya bagi yang membutuhkan. Dia mengharapkan banyak ridha Allah dari amalnya itu.
Tapi Nabi saw. melarangnya. Beliau juga melarang Abu Waqash menyumbangkan seperenamnya. Alasan Nabi saw.? Ahli waris, atau keluarga harus diprioritaskan. Lebih baik meninggalkan keluarga dengan berkecukupan daripada mereka kekurangan dan kemudian harus meminta-minta. Suatu alasan yang sangat masuk akal.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 383.
Tapi Nabi saw. melarangnya. Beliau juga melarang Abu Waqash menyumbangkan seperenamnya. Alasan Nabi saw.? Ahli waris, atau keluarga harus diprioritaskan. Lebih baik meninggalkan keluarga dengan berkecukupan daripada mereka kekurangan dan kemudian harus meminta-minta. Suatu alasan yang sangat masuk akal.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 383.
Jumat, 30 Januari 2015
Rasulullah berdiri menghormati iringan jenazah Yahudi yang lewat
Suatu hari ada rombongan jenazah lewat di hadapan Rasulullah saw. Beliau berdiri untuk menghormatinya, meskipun yang meninggal adalah seorang Yahudi.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 398 & 399.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 398 & 399.
Kamis, 29 Januari 2015
Rasulullah menangis ketika puteranya, Ibrahim, meninggal
Ajaran Islam melarang orang meratap, merobek-robek pakaian, atau memukul-mukul badan, ketika ada yang meninggal. Boleh jadi karena itu semua mengindikasikan tidak menerima keputusan Allah. Bersedih hingga meneteskan air mata, tampaknya tidak dilarang. Malah Rasulullah saw. sendiri berlinang air mata ketika Ibrahim, puteranya, meninggal.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 390.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 390.
Rabu, 28 Januari 2015
Rasulullah menangis di penguburan puterinya
Ajaran Islam melarang orang meratap, merobek-robek pakaian, atau memukul-mukul badan, ketika ada yang meninggal. Boleh jadi karena itu semua mengindikasikan tidak menerima keputusan Allah. Bersedih hingga meneteskan air mata, tampaknya tidak dilarang. Malah Rasulullah saw. sendiri berlinang air mata di saat penguburan salah satu puterinya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 426.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 426.
Selasa, 27 Januari 2015
Rasulullah menangis ketika cucunya wafat
Ajaran Islam melarang orang meratap, merobek-robek pakaian, atau memukul-mukul badan, ketika ada yang meninggal. Boleh jadi karena itu semua mengindikasikan tidak menerima keputusan Allah. Bersedih hingga meneteskan air mata, tampaknya tidak dilarang. Malah Rasulullah saw. sendiri berlinang air mata di saat wafat cucunya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 373.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 373.
Senin, 26 Januari 2015
Pidato Abu Bakr untuk para sahabat ketika Rasulullah wafat
Salah satu sifat yang paling manusiawi dari Rasulullah saw. ialah ini: beliau wafat. Riwayat di bawah ini mengisahkan bagaimana Abu Bakr bersimpuh dan menangis sedih di depan jenazah Nabi saw. Namun tak lama kemudian Abu Bakr menghadap ke para sahabat, yang tampaknya gaduh ingin mengetahui nasib Rasulullah saw., dan menyampaikan tausiyahnya yang terkenal: yaitu bahwa umat Islam menyembah Allah, bukan orang bernama Muhammad, dan bahwa Allah Mahahidup, sementara Muhammad wafat.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 333.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 333.
Minggu, 25 Januari 2015
Mata Rasulullah berlinang ketika bercerita tentang gugurnya Zaid, Jaffar, dan Abdullah
Tanggal 5 Jumadil-awal 8H (629M) terjaid pertempuran antara pasukan Islam melawan kekuatan Rumawi Timur di Mu'tah, ketika itu sebuah desa yang berada di bawah kekuasaan Rumawi. Di dalam pertempuran ini umat Islam kehilangan para panglimanya, yaitu Zaid bin Haritsa, Jaffar bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Rawaha.
Rasulullah saw. berlinang air mata ketika mengabarkan ini kepada para sahabatnya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 338.
Rasulullah saw. berlinang air mata ketika mengabarkan ini kepada para sahabatnya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 338.
Sabtu, 24 Januari 2015
Rasulullah tidak merestui satu cara seorang sahabat beribadah
Ada seorang sahabat wanita, yang sayang sekali namanya tidak teriwayatkan, yang ingin beribadah secara intensif dengan cara begini: semua malamnya diisi dengan shalat, tanpa tidur. Ketika Rasulullah saw. mengetahui ini, beliau mengecamnya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 251(b).
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 251(b).
Jumat, 23 Januari 2015
Rasulullah tidak merestui satu cara Abdullah bin Amr beribadah
Abdullah bin Amr, salah seorang sahabat Rasulullah saw., punya satu cara untuk beribadah secara intensif: selalu puasa di siang hari, dan selalu shalat tahajud di malam hari. Ketika Nabi saw. mengetahui ini, beliau melarangnya. Alasan beliau logis saja: beribadah maraton seperti itu membuat fisik menjadi lemah, dan menelantarkan keluarga.
Nabi saw. kemudian memberi tahu: Ada saat puasa, dan ada saat buka; ada saat shalat, dan ada saat tidur.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 252.
Nabi saw. kemudian memberi tahu: Ada saat puasa, dan ada saat buka; ada saat shalat, dan ada saat tidur.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 252.
Kamis, 22 Januari 2015
Rasulullah tidak merestui satu cara Zainab beribadah
Zainab, anak Rasulullah saw. yang paling tua, hasil dari pernikahan beliau dengan Khadija, tampaknya bersemangat sekali untuk bisa shalat lama dan panjang. Untuk itu dia memasang tali yang diikatkan di dua tiang mesjid. Jika dia kecapaian di dalam shalatnya, dia bertumpu ke tali itu.
Ketika Rasulullah saw. mengetahui hal itu, beliau melarangnya. Nabi saw. memberikan keleluasan untuk shalat sambil duduk jika memang kecapaian.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 251(a).
Ketika Rasulullah saw. mengetahui hal itu, beliau melarangnya. Nabi saw. memberikan keleluasan untuk shalat sambil duduk jika memang kecapaian.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 251(a).
Rabu, 21 Januari 2015
Rasulullah rela melepaskan ibadah yang beliau cintai agar tidak menjadi beban bagi umatnya
Sudah kita ketahui bahwa Rasulullah saw. sangat mencintai shalat malam. Namun tampaknya ada yang beliau lebih cintai lagi: kita, umatnya. Kisah di bawah ini cukup dikenal.
Di malam bulan Ramadhan, Nabi saw. pergi ke mesjid, dan melakukan shalat malam di sana. Para sahabat yang melihat ini ikutan shalat bersama beliau. Besok malamnya, terjadi hal yang sama; kali ini makin banyak yang ikut. Di malam ketiga, makin bertambah orang yang ikut shalat bersama Nabi saw.. Dan di malam keempat, mesjid sudah penuh oleh para sahabat yang sudah siap menunggu beliau. Tapi kali ini Rasulullah saw. tidak kelihatan. Beliau mengurung diri di rumah. Beliau baru keluar ke mesjid untuk shalat shubuh.
Nabi saw. kemudian memberikan penjelasan. Beliau tidak ingin ibadah yang beliau lakukan dianggap wajib dan menjadi beban bagi umatnya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 46, 229 & 228 (tanpa kalimat terakhir).
Catatan: Kita akan sulit memahami kisah ini kalau membayangkan bahwa Nabi saw. shalat tarawihnya seperti kita, yaitu langsung sesudah shalat isya, sebelum kita tidur.
Di malam bulan Ramadhan, Nabi saw. pergi ke mesjid, dan melakukan shalat malam di sana. Para sahabat yang melihat ini ikutan shalat bersama beliau. Besok malamnya, terjadi hal yang sama; kali ini makin banyak yang ikut. Di malam ketiga, makin bertambah orang yang ikut shalat bersama Nabi saw.. Dan di malam keempat, mesjid sudah penuh oleh para sahabat yang sudah siap menunggu beliau. Tapi kali ini Rasulullah saw. tidak kelihatan. Beliau mengurung diri di rumah. Beliau baru keluar ke mesjid untuk shalat shubuh.
Nabi saw. kemudian memberikan penjelasan. Beliau tidak ingin ibadah yang beliau lakukan dianggap wajib dan menjadi beban bagi umatnya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 46, 229 & 228 (tanpa kalimat terakhir).
Catatan: Kita akan sulit memahami kisah ini kalau membayangkan bahwa Nabi saw. shalat tarawihnya seperti kita, yaitu langsung sesudah shalat isya, sebelum kita tidur.
Selasa, 20 Januari 2015
Rasulullah juga pernah sakit, dan absen shalat tahajud
Sebagai manusia, Rasulullah saw. tentunya juga pernah sakit. Ketika itu terjadi, beliau memutuskan untuk berhenti dulu bangun malam untuk tahajud. Tampaknya beliau memilih untuk memperbanyak istirahat dulu.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 224.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 224.
Senin, 19 Januari 2015
Rasulullah meminta pembebasan budak di setiap gerhana matahari
Perbudakan sudah ada sejak sebelum Rasulullah saw. Sejarah mencatat bahwa risalah Nabi saw. membawa banyak perbaikan di nasib para sahaya ini. Salah satunya adalah perintah beliau untuk membebaskan hamba di saat terjadi gerhana matahari.
Bagi kita di zaman sekarang barangkali ini tidak punya relevansi lagi; tapi di zaman Nabi saw. ini adalah hal yang lumayan revolusioner.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 163.
Bagi kita di zaman sekarang barangkali ini tidak punya relevansi lagi; tapi di zaman Nabi saw. ini adalah hal yang lumayan revolusioner.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 163.
Minggu, 18 Januari 2015
Rasulullah tidak memaksa isterinya untuk ikut shalat tahajud
Banyak hadits yang meriwayatkan bagaimana rajinnya Rasulullah saw. shalat malam. Shalat malam ini sebagaimana kita ketahui sunah, tidak wajib. Beberapa riwayat di bawah ini menunjukkan bagaimana Nabi saw. tidak memaksa isterinya untuk ikut tahajud bersama beliau.
Di riwayat pertama kita lihat bahwa beliau hanya membangunkan Aisya untuk shalat witirnya saja; boleh jadi karena waktu shubuh juga sudah mendekat. Riwayat kedua dan ketiga mengisahkan bahwa Nabi saw., setelah shalat malam, akan mengajak Aisya ngobrol jika dia sudah terbangun; jika Aisya masih tidur, Nabi saw. akan ikut tiduran.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 491, vol 2. no. 220 & 258.
Di riwayat pertama kita lihat bahwa beliau hanya membangunkan Aisya untuk shalat witirnya saja; boleh jadi karena waktu shubuh juga sudah mendekat. Riwayat kedua dan ketiga mengisahkan bahwa Nabi saw., setelah shalat malam, akan mengajak Aisya ngobrol jika dia sudah terbangun; jika Aisya masih tidur, Nabi saw. akan ikut tiduran.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 491, vol 2. no. 220 & 258.
Sabtu, 17 Januari 2015
Selipan sabahat: Abu Bakr gampang nangis
Abu Bakr, sahabat dekat dan mertua Rasulullah saw. dikenal mudah menangis. Riwayat-riwayat di bawah ini mengisahkan bagaimana Abu Bakr menangis di saat Nabi saw. berkhutbah, ketika dia membaca Alquran di awal masa dakwah Nabi saw. di Mekkah, serta bagaimana Aisya meminta Nabi saw. untuk tidak menunjuk Abu Bakr sebagai imam karena dia mudah menangis saat membaca ayat-ayat Alquran.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 455, 465 & 650.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 455, 465 & 650.
Jumat, 16 Januari 2015
Selipan sahabat: Ali bertengkar dengan Fatima, ngambek tidur di mesjid
Jika anda seorang suami, anda memiliki kesamaan dengan Ali bin Abu Thalib, keponakan dan menantu Rasulullah saw. Kesamaannya: pernah bertengkar dengan isteri. Ali bertengkar dengan Fatima puteri Nabi saw. begitu "seru", sampai-sampai dia keluar rumah dan memutuskan untuk tidur di mesjid.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 432.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 432.
Kamis, 15 Januari 2015
Selipan sahabat: Ammar bin Yasir berguling-guling di atas tanah untuk bersuci
Suatu saat Ammar bin Yasir dan Umar bin Khathab berada di dalam keadaan junub, sedangkan mereka sedang di sebuah perjalanan dan tidak menemukan air untuk bersuci. Saat itu tayamum belum diketahui oleh mereka. Maka Ammar memutuskan untuk berguling-guling di debu tanah sebagai pengganti mandi.
Umar? Umar berpendapat: Tidak ada air, tidak bisa bersuci, tidak bisa shalat. Umar memutuskan untuk tidak shalat.
Setelah Ammar bertemu Rasulullah saw. dan menceritakan pengalaman mereka, Nabi saw. menjelaskan cara tayamum.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 334 & 337.
Umar? Umar berpendapat: Tidak ada air, tidak bisa bersuci, tidak bisa shalat. Umar memutuskan untuk tidak shalat.
Setelah Ammar bertemu Rasulullah saw. dan menceritakan pengalaman mereka, Nabi saw. menjelaskan cara tayamum.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 334 & 337.
Rabu, 14 Januari 2015
Selipan sahabat: Aisya menangis sedih ketika kedatangan haid di saat haji
Di sebuah tahun Aisya ikut rombongan Rasulullah saw. untuk berhaji. Ketika sampai di Sarif, Aisya kedatangan bulan. Dia menangis sedih karena merasa tidak bisa melanjutkan hajinya. Nabi saw. kemudian datang menenangkannya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 293 & 302.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 293 & 302.
Selasa, 13 Januari 2015
Selipan sahabat: Abu Huraira pernah malu berada di dekat Rasulullah karena junub
Abu Huraira, seorang sahabat yang sangat produktif meriwayatkan hadits, pernah berpikir bahwa orang dalam keadaan junub itu kotor, dan tidak layak berada di dekat Rasulullah saw. Karenanya suatu hari dia pernah diam-diam menjauhi Nabi saw.; dan baru kembali setelah mandi.
Rasulullah saw. kemudian mengoreksi pendapat seperti ini.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 281 & 283.
Rasulullah saw. kemudian mengoreksi pendapat seperti ini.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 281 & 283.
Senin, 12 Januari 2015
Selipan sahabat: Umar takut anaknya dicerai Rasulullah
Hafsa, anak Umar bin Khathab, adalah isteri Rasulullah saw. Karenanya Umar bukan hanya sahabat Nabi saw. tapi juga mertua beliau. Suatu hari Umar melihat Hafsa menangis. Umar langsung panik khawatir Nabi saw. menceraikan puterinya ini.
Umar segera menemui Nabi saw. Tak lama kemudian dia berseru: "Allahu akbar!".
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 89.
Umar segera menemui Nabi saw. Tak lama kemudian dia berseru: "Allahu akbar!".
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 89.
Minggu, 11 Januari 2015
Rasulullah mengizinkan sahaya bersenandung meski Abu Bakr mengritiknya
Di salah satu saat Idul-Adha, Nabi saw. pergi ke rumah Aisya. Di sana dua sahaya wanita sedang memainkan rebana sambil melantunkan senandung tentang pertempuran Bu'ats, yang terjadi tiga tahun sebelum Rasulullah saw. hijrah ke Madina. Tampaknya mereka tidak begitu bagus menyanyinya, sehingga Abu Bakr, ayah Aisya, dengan keras meminta mereka berhenti.
Rasulullah saw. tetapi meminta agar mereka dibiarkan bersenandung.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 70, 72 & 103.
Rasulullah saw. tetapi meminta agar mereka dibiarkan bersenandung.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 70, 72 & 103.
Sabtu, 10 Januari 2015
Rasulullah menggosok gigi dengan bersender pada Aisya
Abdurrahman, kakak Aisya yang paling tua, suatu hari datang dengan membawa siwak. Aisya meminta siwak itu, memecahkannya, mengunyahnya hingga lembut, dan kemudian memberikannya kepada Rasulullah saw.
Nabi saw. kemudian menggosok giginya dengan siwak itu, sambil bersender pada Aisya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 15.
Nabi saw. kemudian menggosok giginya dengan siwak itu, sambil bersender pada Aisya.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 15.
Jumat, 09 Januari 2015
Rasulullah mendapat hadiah yang beliau tidak suka
Umar pernah mengusulkan pakaian sutera kepada Rasulullah saw. Beliau menolaknya dengan alasan itu tidak pantas bagi orang yang mengharapkan akhirat.
Suatu saat Nabi saw. mendapat hadiah, yaitu ... pakaian sutera. Apa yang dilakukan beliau? Nabi saw. memberikannya kepada Umar.
Tentu saja Umar heran. Kok tadi nggak boleh, tapi sekarang malah dikasih ke saya? Kira-kira begitu pertanyaan Umar. Rasulullah saw. segera menerangkan bahwa baju itu bukan buat dipakai, tetapi buat Umar kasih ke saudaranya yang belum masuk Islam.
Ya, keyakinan bisa berbeda, tapi saling memberi tetap jalan.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 11.
Suatu saat Nabi saw. mendapat hadiah, yaitu ... pakaian sutera. Apa yang dilakukan beliau? Nabi saw. memberikannya kepada Umar.
Tentu saja Umar heran. Kok tadi nggak boleh, tapi sekarang malah dikasih ke saya? Kira-kira begitu pertanyaan Umar. Rasulullah saw. segera menerangkan bahwa baju itu bukan buat dipakai, tetapi buat Umar kasih ke saudaranya yang belum masuk Islam.
Ya, keyakinan bisa berbeda, tapi saling memberi tetap jalan.
Referensi: HSR Bukhari vol. 2 no. 11.
Kamis, 08 Januari 2015
Rasulullah pernah buru-buru pulang setelah shalat
Rasulullah saw. pernah bikin heboh: Setelah selesai mengimami shalat ashar, beliau langsung buru-buru pergi ke arah rumahnya, sampai-sampai harus melangkahi para makmum. Para sahabat tentu heran bertanya-tanya. Tak lama kemudian, Nabi saw. kembali lagi dan menerangkan apa yang terjadi. Rupanya beliau teringat ada harta, dalam hal ini sebatang emas, yang ada di rumah beliau. Beliau tidak ingin merasa terganggu oleh harta ini, karenanya segera menyuruh keluarganya untuk membagi-bagikan emas ini.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 810.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 810.
Rabu, 07 Januari 2015
Rasulullah memperpendek shalat jika ada anak kecil menangis
Ada banyak hal yang bisa menganggu kekhusyuan shalat. Buat ibu-ibu misalnya tangisan anaknya yang masih kecil. Rasulullah saw. tampaknya faham tentang ini. Jika ada anak kecil menangis, beliau putuskan untuk menyegerakan shalat.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 675, 676, 677, 678 & 827.
dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Al Walid bin Muslim,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al Auza'i dari Yahya bin Abu Katsir dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya Abu Qatadah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
Beliau bersabda: "Aku pernah ingin memanjangkan shalat, namun aku mendengar tangisan bayi. Maka aku pendekkan shalatku karena khawatir akan memberatkan ibunya."
Hadits ini dikuatkan oleh Bisyr bin Bakar dan Ibnu Al Mubarak dan Baqiyyah dari Al Auza'i.
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syarik bin 'Abdullah,
dia berkata: Aku mendengar Anas bin Malik berkata:
Belum pernah aku shalat di belakang seorang Imam pun yang lebih ringan dan lebih sempurna shalatnya daripada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Jika mendengar tangisan bayi, maka beliau ringankan shalatnya karena khawatir ibunya akan terkena fitnah.
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai',
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Qatadah
bahwa Anas bin Malik menceritakan kepadanya:
Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saat aku shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba aku mendengar tangian bayi sehingga aku pun memendekkan shalatku, sebab aku tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut."
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Adi dari Sa'id dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
Beliau bersabda: "Saat aku shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba aku mendengar tangian bayi sehingga aku pun memendekkan shalatku, sebab aku tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut."
Musa berkata: "Telah menceritakan kepada kami Aban,
telah menceritakan kepada kami Qatadah,
telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini juga."
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Bakar,
telah mengabarkan kepada kami Al Auza'i,
telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir dari 'Abdullah bin Abu Qatadah Al Anshari dari bapaknya,
ia berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku pernah berdiri melaksanakan shalat dan aku ingin memanjangkannya, namun kemudian aku mendengar tangisan bayi. Maka aku pendekkan shalatku karena aku khawatir akan memberatkan ibunya."
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 675, 676, 677, 678 & 827.
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، قَالَ أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِنِّي لأَقُومُ فِي الصَّلاَةِ أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ ". تَابَعَهُ بِشْرُ بْنُ بَكْرٍ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَبَقِيَّةُ عَنِ الأَوْزَاعِيِّ.
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa,dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Al Walid bin Muslim,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al Auza'i dari Yahya bin Abu Katsir dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya Abu Qatadah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
Beliau bersabda: "Aku pernah ingin memanjangkan shalat, namun aku mendengar tangisan bayi. Maka aku pendekkan shalatku karena khawatir akan memberatkan ibunya."
Hadits ini dikuatkan oleh Bisyr bin Bakar dan Ibnu Al Mubarak dan Baqiyyah dari Al Auza'i.
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ إِمَامٍ قَطُّ أَخَفَّ صَلاَةً وَلاَ أَتَمَّ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، وَإِنْ كَانَ لَيَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَيُخَفِّفُ مَخَافَةَ أَنْ تُفْتَنَ أُمُّهُ.
Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syarik bin 'Abdullah,
dia berkata: Aku mendengar Anas bin Malik berkata:
Belum pernah aku shalat di belakang seorang Imam pun yang lebih ringan dan lebih sempurna shalatnya daripada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Jika mendengar tangisan bayi, maka beliau ringankan shalatnya karena khawatir ibunya akan terkena fitnah.
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِنِّي لأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ ".
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai',
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Qatadah
bahwa Anas bin Malik menceritakan kepadanya:
Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saat aku shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba aku mendengar tangian bayi sehingga aku pun memendekkan shalatku, sebab aku tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut."
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِنِّي لأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ فَأُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ ". وَقَالَ مُوسَى حَدَّثَنَا أَبَانُ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، حَدَّثَنَا أَنَسٌ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِثْلَهُ.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Adi dari Sa'id dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
Beliau bersabda: "Saat aku shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba aku mendengar tangian bayi sehingga aku pun memendekkan shalatku, sebab aku tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut."
Musa berkata: "Telah menceritakan kepada kami Aban,
telah menceritakan kepada kami Qatadah,
telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini juga."
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِسْكِينٍ، قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ، أَخْبَرَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِنِّي لأَقُومُ إِلَى الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ ".
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Miskin,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Bakar,
telah mengabarkan kepada kami Al Auza'i,
telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir dari 'Abdullah bin Abu Qatadah Al Anshari dari bapaknya,
ia berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku pernah berdiri melaksanakan shalat dan aku ingin memanjangkannya, namun kemudian aku mendengar tangisan bayi. Maka aku pendekkan shalatku karena aku khawatir akan memberatkan ibunya."
Selasa, 06 Januari 2015
Rasulullah memarahi Muadz karena baca Al-Baqara ketika mengimami shalat
Muadz bin Jabal, seorang sahabat Nabi saw., pernah mengimami shalat Isya dengan membaca sebuah surat yang panjang. Satu riwayat menyebut Surat Al-Baqara, riwayat lain menyebutkan kemungkinan surat An-Nisa.
Seorang makmumnya tidak tahan; dia meninggalkan barisan shalat. Muadz kemudian mencela tindakan si orang ini. Si makmum tidak terima, dia mengadu ke Rasulullah saw.
Nabi saw. mengecam Muadz, dan menganjurkannya untuk membaca surat-surat yang jauh lebih pendek.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 673 & 669.
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muharib bin Ditsar,
dia berkata: Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah Al Anshari berkata:
Seoranglaki-laki datang dengan membawa dua unta yang baru saja diberinya minum saat malam sudah gelap gulita. Laki-laki itu kemudian tinggalkan untanya dan ikut shalat bersama Mu'adz. Dalam shalatnya Mu'adz membaca surah Al Baqarah atau surah An Nisaa' sehingga laki-laki tersebut meninggalkan Mu'adz. Maka sampailah kepadanya berita bahwa Mu'adz mengecam tindakannya. Akhirnya laki-laki tersebut mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengadukan persoalannya kepada beliau.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Wahai Mu'adz, apakah kamu membuat fitnah?" [atau kata beliau: "Apakah kamu menjadi pembuat fitnah?"] Beliau ulangi perkataannya tersebut hingga tiga kali.
"Mengapa kamu tidak membaca saja surat sabbihisma rabbika, atau dengan wasysyamsi wadh-dhuhaahaa atau wal-laili idzaa yaghsyaa? Karena yang ikut shalat di belakangmu mungkin ada orang yang lanjut usia, orang yang lemah atau orang yang punya keperluan."
Perawi berkata: Menurutku sampai inilah kalimat hadits ini.
Abu 'Abdullah berkata: Hadits ini dikuatkan oleh Sa'id bin Masruq dan Mis'ar dan Asy Syaibani.
Amru dan Ubaidullah bin Miqsam dan Abu Az Zubair berkata dari Jabir bahwa dalam shalat isya Mu'adz membaca surat Al Baqarah. Dan hadits ini dikuatkan oleh Al A'masy dari Muharib.
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ghundar,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Amru,
dia berkata: Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata:
Mu'adz bin Jabal pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia lalu kembali pulang dan mengimami kaumnya shalat 'isya dengan membaca surah Al Baqarah. Kemudian ada seorang laki-laki keluar dan pergi. Mu'adz seakan menyebut orang tersebut dengan keburukan.
Kejadian ini kemudian sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau pun bersabda: "Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat membuat fitnah?" Beliau ucapkan hingga tiga kali.
[Atau kata beliau: "Apakah kamu menjadi pembuat fitnah? Apakah kamu menjadi pembuat fitnah? Apakah kamu menjadi pembuat fitnah?"]
Lalu beliau memerintahkannya (Mu'adz) untuk membaca dua surah saja dari pertengahan Al-Mufashshal.
Amru berkata: 'Namun aku tidak hafal kedua surat tersebut."
Seorang makmumnya tidak tahan; dia meninggalkan barisan shalat. Muadz kemudian mencela tindakan si orang ini. Si makmum tidak terima, dia mengadu ke Rasulullah saw.
Nabi saw. mengecam Muadz, dan menganjurkannya untuk membaca surat-surat yang jauh lebih pendek.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 673 & 669.
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَارِبُ بْنُ دِثَارٍ، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيَّ، قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ بِنَاضِحَيْنِ وَقَدْ جَنَحَ اللَّيْلُ، فَوَافَقَ مُعَاذًا يُصَلِّي، فَتَرَكَ نَاضِحَهُ وَأَقْبَلَ إِلَى مُعَاذٍ، فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ أَوِ النِّسَاءِ، فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ، وَبَلَغَهُ أَنَّ مُعَاذًا نَالَ مِنْهُ، فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَشَكَا إِلَيْهِ مُعَاذًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " يَا مُعَاذُ أَفَتَّانٌ أَنْتَ ـ أَوْ فَاتِنٌ ثَلاَثَ مِرَارٍ ـ فَلَوْلاَ صَلَّيْتَ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ، وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا، وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى، فَإِنَّهُ يُصَلِّي وَرَاءَكَ الْكَبِيرُ وَالضَّعِيفُ وَذُو الْحَاجَةِ ". أَحْسِبُ هَذَا فِي الْحَدِيثِ. قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ وَتَابَعَهُ سَعِيدُ بْنُ مَسْرُوقٍ وَمِسْعَرٌ وَالشَّيْبَانِيُّ. قَالَ عَمْرٌو وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مِقْسَمٍ وَأَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَرَأَ مُعَاذٌ فِي الْعِشَاءِ بِالْبَقَرَةِ. وَتَابَعَهُ الأَعْمَشُ عَنْ مُحَارِبٍ.
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muharib bin Ditsar,
dia berkata: Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah Al Anshari berkata:
Seoranglaki-laki datang dengan membawa dua unta yang baru saja diberinya minum saat malam sudah gelap gulita. Laki-laki itu kemudian tinggalkan untanya dan ikut shalat bersama Mu'adz. Dalam shalatnya Mu'adz membaca surah Al Baqarah atau surah An Nisaa' sehingga laki-laki tersebut meninggalkan Mu'adz. Maka sampailah kepadanya berita bahwa Mu'adz mengecam tindakannya. Akhirnya laki-laki tersebut mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengadukan persoalannya kepada beliau.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Wahai Mu'adz, apakah kamu membuat fitnah?" [atau kata beliau: "Apakah kamu menjadi pembuat fitnah?"] Beliau ulangi perkataannya tersebut hingga tiga kali.
"Mengapa kamu tidak membaca saja surat sabbihisma rabbika, atau dengan wasysyamsi wadh-dhuhaahaa atau wal-laili idzaa yaghsyaa? Karena yang ikut shalat di belakangmu mungkin ada orang yang lanjut usia, orang yang lemah atau orang yang punya keperluan."
Perawi berkata: Menurutku sampai inilah kalimat hadits ini.
Abu 'Abdullah berkata: Hadits ini dikuatkan oleh Sa'id bin Masruq dan Mis'ar dan Asy Syaibani.
Amru dan Ubaidullah bin Miqsam dan Abu Az Zubair berkata dari Jabir bahwa dalam shalat isya Mu'adz membaca surat Al Baqarah. Dan hadits ini dikuatkan oleh Al A'masy dari Muharib.
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرٍو، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ كَانَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ يَرْجِعُ فَيَؤُمُّ قَوْمَهُ، فَصَلَّى الْعِشَاءَ فَقَرَأَ بِالْبَقَرَةِ، فَانْصَرَفَ الرَّجُلُ، فَكَأَنَّ مُعَاذًا تَنَاوَلَ مِنْهُ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " فَتَّانٌ فَتَّانٌ فَتَّانٌ " ثَلاَثَ مِرَارٍ أَوْ قَالَ " فَاتِنًا فَاتِنًا فَاتِنٌ " وَأَمَرَهُ بِسُورَتَيْنِ مِنْ أَوْسَطِ الْمُفَصَّلِ. قَالَ عَمْرٌو لاَ أَحْفَظُهُمَا.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ghundar,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Amru,
dia berkata: Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata:
Mu'adz bin Jabal pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia lalu kembali pulang dan mengimami kaumnya shalat 'isya dengan membaca surah Al Baqarah. Kemudian ada seorang laki-laki keluar dan pergi. Mu'adz seakan menyebut orang tersebut dengan keburukan.
Kejadian ini kemudian sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau pun bersabda: "Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat membuat fitnah?" Beliau ucapkan hingga tiga kali.
[Atau kata beliau: "Apakah kamu menjadi pembuat fitnah? Apakah kamu menjadi pembuat fitnah? Apakah kamu menjadi pembuat fitnah?"]
Lalu beliau memerintahkannya (Mu'adz) untuk membaca dua surah saja dari pertengahan Al-Mufashshal.
Amru berkata: 'Namun aku tidak hafal kedua surat tersebut."
Senin, 05 Januari 2015
Rasulullah pernah ketinggalan shalat ashar
Nabi saw. pernah ketinggalan shalat? Benar? Jangan heboh dulu: jawabannya iya benar, beliau pernah ketinggalan shalat ashar; alasannya: karena perang, yaitu perang Khandaq. Setelah Umar mengingatkan, mereka berdua mengerjakan shalat yang terlewat itu, sementara orang sudah berbuka puasa.
Oh ya, perang Khandaq terjadi di bulan Ramadhan, saat umat Islam berpuasa.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 614, 570 & 572.
Oh ya, perang Khandaq terjadi di bulan Ramadhan, saat umat Islam berpuasa.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 614, 570 & 572.
Minggu, 04 Januari 2015
Apa sih yang dikerjakan Rasulullah kalau di rumah?
Rasulullah saw. sudah pasti banyak kegiatannya: menerima wahyu, menyampaikan itu ke umatnya, dan melakukan dakwah mengajak manusia ke kebaikan serta menjauhi keburukan. Beliau juga mengimami shalat, menyelesaikan sengketa, menjawab pertanyaan yang diajukan umatnya, menerima dan mengirim delegasi, dan lain-lain hingga ke berperang.
Nah kalau sedang di rumah, apa yang dilakukan Nabi saw. sehari-hari? Pertanyaan ini pernah diajukan ke Aisya; dan jawaban beliau adalah: Selalu membantu keluarga.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 644.
Nah kalau sedang di rumah, apa yang dilakukan Nabi saw. sehari-hari? Pertanyaan ini pernah diajukan ke Aisya; dan jawaban beliau adalah: Selalu membantu keluarga.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 644.
Sabtu, 03 Januari 2015
Rasulullah pernah jengkel
Sebelum ini sudah kita lihat bagaimana Rasulullah saw. pernah merasa kesal dicecar pertanyaan yang memang tidak jelas manfaatnya. Di lain kali Nabi saw. pernah jengkel karena melihat adanya dahak di tembok kiblat.
Tetapi beliau tidak berhenti di merasa jengkel saja. Rasulullah saw. segera membersihkan sendiri kotoran yang menempel di dinding mesjid itu.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 399.
Tetapi beliau tidak berhenti di merasa jengkel saja. Rasulullah saw. segera membersihkan sendiri kotoran yang menempel di dinding mesjid itu.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 399.
Jumat, 02 Januari 2015
Rasulullah ikut terjun langsung dalam pembangunan mesjid
Pak RT ikut gotong royong? Itu biasa. Pak Lurah? Mulai jarang. Pak Camat, Bupati, Gubernur? Makin ke atas tampaknya makin jarang.
Ratusan tahun yang lalu, ketika mesjid pertama di Madina dibangun, Rasulullah saw. turut terjun langsung. Teladan yang bagus buat para penggede kita.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 420.
Ratusan tahun yang lalu, ketika mesjid pertama di Madina dibangun, Rasulullah saw. turut terjun langsung. Teladan yang bagus buat para penggede kita.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 420.
Kamis, 01 Januari 2015
Rasulullah mengakui dirinya adalah manusia yang juga bisa lupa
Sebelum ini sudah kita lihat bagaimana Rasulullah saw. pernah kelebihan dan kekurangan rakaat di dalam shalat. Ada riwayat lain yang mengisahkan hal serupa, tetapi perawi tidak yakin apakah Nabi saw. kelebihan atau kekurangan rakaat, dan di sini Rasulullah saw. mengatakan bahwa dirinya adalah manusia pula, yang bisa lupa.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 394.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 394.
Langganan:
Postingan (Atom)