Di masa Rasulullah saw. seorang Arab Badawi datang ke mesjid, menghampiri salah satu sudutnya, kemudian dengan seenaknya kencing di sana. Para sahabat langsung gaduh dan siap-siap menghalau orang yang tak tahu diri ini.
Tapi bagaimana reaksi Nabi saw.? Beliau meminta para sahabatnya menahan diri dan membiarkan si Arab Badawi itu menyelesaikan hajatnya. Setelah itu beliau hanya meminta agar orang membersihkan tempat yang dikencingi dengan menyiramkan air ke atasnya.
Tidak ada perintah untuk menendang atau menghajar.
Sebuah tantangan sejauh mana kita bisa sesabar dan sepenuh-pengertian seperti beliau.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 218, 219 & 221.
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَأَى أَعْرَابِيًّا يَبُولُ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ " دَعُوهُ ". حَتَّى إِذَا فَرَغَ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ.
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il,dia berkata telah menceritakan kepada kami Hammam
telah mengabarkan kepada kami Ishaq dari Anas bin Malik:
bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang 'Arab badui kencing di dalam masjid, beliau lalu bersabda: "Biarkanlah." Setelah orang itu selesai, beliau meminta air dan menyiram bekasnya.
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَتَنَاوَلَهُ النَّاسُ، فَقَالَ لَهُمُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " دَعُوهُ وَهَرِيقُوا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلاً مِنْ مَاءٍ، أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ، وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ "
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman,dia berkata telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri,
dia berkata telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud
bahwa Abu Hurairah berkata:
Seorang 'Arab badui berdiri dan kencing di Masjid, lalu orang-orang ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka: "Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air, atau dengan seember air; sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan.'"
حَدَّثَنَا خَالِدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ، فَزَجَرَهُ النَّاسُ، فَنَهَاهُمُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ، فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ.
Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad,dia berkata, dan telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Yahya bin Sa'id,
dia berkata: Aku mendengar Anas bin Malik berkata:
Seorang 'Arab badui datang lalu kencing di sudut Masjid, maka orang-orang pun ingin mengusirnya, tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang mereka. Setelah orang itu selesai dari kencingnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam minta setimba air lalu menyiram pada bekasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar