Seorang makmumnya tidak tahan; dia meninggalkan barisan shalat. Muadz kemudian mencela tindakan si orang ini. Si makmum tidak terima, dia mengadu ke Rasulullah saw.
Nabi saw. mengecam Muadz, dan menganjurkannya untuk membaca surat-surat yang jauh lebih pendek.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 673 & 669.
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَارِبُ بْنُ دِثَارٍ، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيَّ، قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ بِنَاضِحَيْنِ وَقَدْ جَنَحَ اللَّيْلُ، فَوَافَقَ مُعَاذًا يُصَلِّي، فَتَرَكَ نَاضِحَهُ وَأَقْبَلَ إِلَى مُعَاذٍ، فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ أَوِ النِّسَاءِ، فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ، وَبَلَغَهُ أَنَّ مُعَاذًا نَالَ مِنْهُ، فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَشَكَا إِلَيْهِ مُعَاذًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " يَا مُعَاذُ أَفَتَّانٌ أَنْتَ ـ أَوْ فَاتِنٌ ثَلاَثَ مِرَارٍ ـ فَلَوْلاَ صَلَّيْتَ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ، وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا، وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى، فَإِنَّهُ يُصَلِّي وَرَاءَكَ الْكَبِيرُ وَالضَّعِيفُ وَذُو الْحَاجَةِ ". أَحْسِبُ هَذَا فِي الْحَدِيثِ. قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ وَتَابَعَهُ سَعِيدُ بْنُ مَسْرُوقٍ وَمِسْعَرٌ وَالشَّيْبَانِيُّ. قَالَ عَمْرٌو وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مِقْسَمٍ وَأَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَرَأَ مُعَاذٌ فِي الْعِشَاءِ بِالْبَقَرَةِ. وَتَابَعَهُ الأَعْمَشُ عَنْ مُحَارِبٍ.
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muharib bin Ditsar,
dia berkata: Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah Al Anshari berkata:
Seoranglaki-laki datang dengan membawa dua unta yang baru saja diberinya minum saat malam sudah gelap gulita. Laki-laki itu kemudian tinggalkan untanya dan ikut shalat bersama Mu'adz. Dalam shalatnya Mu'adz membaca surah Al Baqarah atau surah An Nisaa' sehingga laki-laki tersebut meninggalkan Mu'adz. Maka sampailah kepadanya berita bahwa Mu'adz mengecam tindakannya. Akhirnya laki-laki tersebut mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengadukan persoalannya kepada beliau.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Wahai Mu'adz, apakah kamu membuat fitnah?" [atau kata beliau: "Apakah kamu menjadi pembuat fitnah?"] Beliau ulangi perkataannya tersebut hingga tiga kali.
"Mengapa kamu tidak membaca saja surat sabbihisma rabbika, atau dengan wasysyamsi wadh-dhuhaahaa atau wal-laili idzaa yaghsyaa? Karena yang ikut shalat di belakangmu mungkin ada orang yang lanjut usia, orang yang lemah atau orang yang punya keperluan."
Perawi berkata: Menurutku sampai inilah kalimat hadits ini.
Abu 'Abdullah berkata: Hadits ini dikuatkan oleh Sa'id bin Masruq dan Mis'ar dan Asy Syaibani.
Amru dan Ubaidullah bin Miqsam dan Abu Az Zubair berkata dari Jabir bahwa dalam shalat isya Mu'adz membaca surat Al Baqarah. Dan hadits ini dikuatkan oleh Al A'masy dari Muharib.
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرٍو، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ كَانَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ يَرْجِعُ فَيَؤُمُّ قَوْمَهُ، فَصَلَّى الْعِشَاءَ فَقَرَأَ بِالْبَقَرَةِ، فَانْصَرَفَ الرَّجُلُ، فَكَأَنَّ مُعَاذًا تَنَاوَلَ مِنْهُ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " فَتَّانٌ فَتَّانٌ فَتَّانٌ " ثَلاَثَ مِرَارٍ أَوْ قَالَ " فَاتِنًا فَاتِنًا فَاتِنٌ " وَأَمَرَهُ بِسُورَتَيْنِ مِنْ أَوْسَطِ الْمُفَصَّلِ. قَالَ عَمْرٌو لاَ أَحْفَظُهُمَا.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ghundar,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Amru,
dia berkata: Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata:
Mu'adz bin Jabal pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia lalu kembali pulang dan mengimami kaumnya shalat 'isya dengan membaca surah Al Baqarah. Kemudian ada seorang laki-laki keluar dan pergi. Mu'adz seakan menyebut orang tersebut dengan keburukan.
Kejadian ini kemudian sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau pun bersabda: "Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat membuat fitnah?" Beliau ucapkan hingga tiga kali.
[Atau kata beliau: "Apakah kamu menjadi pembuat fitnah? Apakah kamu menjadi pembuat fitnah? Apakah kamu menjadi pembuat fitnah?"]
Lalu beliau memerintahkannya (Mu'adz) untuk membaca dua surah saja dari pertengahan Al-Mufashshal.
Amru berkata: 'Namun aku tidak hafal kedua surat tersebut."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar