Sabtu, 13 Desember 2014

Rasulullah mengundurkan shalat zhuhur jika hawa terlalu panas

Beruntunglah kita: sudah banyak mesjid yang memasang AC, atau paling tidak kipas angin, sehingga kita tidak merasa kepanasan ketika shalat, terutama di saat siang. Bayangkan di zaman Nabi saw. ketika tidak ada penyejuk ruangan, ditambah atap mesjid yang masih sangat sederhana, dan terutama ini: panasnya jazirah Arab.

Rasulullah saw. tampaknya maklum sekali akan hal ini. Beliau mengizinkan, malah di riwayat di bawah ini memerintahkan, untuk menunda shalat zhuhur hingga cuaca agak mendingan.

Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 511, 512, 513 & 514.


حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْمُهَاجِرِ أَبِي الْحَسَنِ، سَمِعَ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ أَذَّنَ مُؤَذِّنُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الظُّهْرَ فَقَالَ ‏"‏ أَبْرِدْ أَبْرِدْ ـ أَوْ قَالَ ـ انْتَظِرِ انْتَظِرْ ‏"‏‏.‏ وَقَالَ ‏"‏ شِدَّةُ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلاَةِ ‏"‏‏.‏ حَتَّى رَأَيْنَا فَىْءَ التُّلُولِ‏.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar,
dia berkata telah menceritakan kepada kami Ghundar,
dia berkata telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Muhajir Abu Al Hasan
bahwa ia mendengar Zaid bin Wahb dari Abu Dzar,
dia berkata:


Seorang mu'adzin Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengumandangkan adzan zhuhur. Kemudian beliau bersabda: "Tundalah, tundalah." Atau beliau katakan: "Tunggulah, tunggulah." Beliau kemudian melanjutkan: "Panas yang menyengat ini berasal dari hembusan api jahannam. Jika udara sangat panas menyengat maka tundalah shalat hingga kita melihat bayangan suatu benda."


حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَفِظْنَاهُ مِنَ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ‏"‏‏.‏ ‏"‏ وَاشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا‏.‏ فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ ‏"‏‏.

Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah Al Mutsanna,
dia berkata telah menceritakan kepada kami Sufyan,
dia berkata kami telah menghafalnya dari Az Zuhri dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah
dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:


Beliau bersabda: "Apabila panas sangat menyengat maka tundalah shalat hingga panasnya mereda. Sebab panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahannam. Neraka jahannam mengadu kepada Rabbnya seraya berkata: 'Wahai Rabb, sebagian kami telah makan sebagian yang lain!'; maka Allah pun memberinya izin dengan dua tarikan nafas: sekali saat musim dingin dan sekali saat musim panas. Maka apa yang kalian rasakan berupa udara panas berasal darinya, begitu juga udara dingin yang kalian rasakan berasal darinya."


حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ أَبْرِدُوا بِالظُّهْرِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ‏"‏‏.‏ تَابَعَهُ سُفْيَانُ وَيَحْيَى وَأَبُو عَوَانَةَ عَنِ الأَعْمَشِ‏.

Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh bin Ghiyats,
dia berkata telah menceritakan kepada kami bapakku,
ia berkata telah menceritakan kepada kami Al A'masy
telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Sa'id,
dia berkata:


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tundalah shalat zhuhur (hingga panas mereda), karena panas yang sangat menyengat berasal dari hembusan jahannam."

Hadits ini dikuatkan oleh Sufyan dan Yahya dan Abu 'Awanah dari Al A'masy.


حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا مُهَاجِرٌ أَبُو الْحَسَنِ، مَوْلًى لِبَنِي تَيْمِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ، قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ، فَأَرَادَ الْمُؤَذِّنُ أَنْ يُؤَذِّنَ لِلظُّهْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَبْرِدْ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يُؤَذِّنَ فَقَالَ لَهُ ‏"‏ أَبْرِدْ ‏"‏‏.‏ حَتَّى رَأَيْنَا فَىْءَ التُّلُولِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ ‏"‏‏.‏ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ تَتَفَيَّأُ تَتَمَيَّلُ‏.‏

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas,
dia berkata telah menceritakan kepada kami Syu'bah,
dia berkata telah menceritakan kepada kami dari Muhajir Abu Al Hasan mantan budak bani Taimillah,
ia berkata: aku mendengar Zaid bin Wahb dari Abu Dzar Al Ghifari,
dia berkata:


Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, ketika ada mu'adzin yang hendak mengumandangkan adzan zhuhur. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tundalah." Sesaat kemudian mu'adzin itu kembali akan mengumandangkan adzan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun kembali bersabda: "Tundalah hingga kita melihat bayang-bayang bukit." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahannam. Maka apabila udara sangat panas menyengat tundalah shalat (hingga panas) mereda."

Ibnu 'Abbas berkata: "Maksud dari firman Allah: tataqayya'u (An-Nahl 48) adalah condong."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar