Masalah bisa muncul jika sang muadzin kebablasan tidur, atau ketika semuanya pulas tidur sampai kesiangan.
Ini pernah terjadi terhadap Rasulullah saw. Di sebuah perjalanan beliau bersama para sahabatnya, semua merasa kecapaian dan tertidur pulas. Bilal, yang seharusnya terjaga, kalah oleh kantuknya. Walhasil Nabi saw. dan para sahabat kesiangan.
Mereka pun harus melakukan shalat shubuh setelah matahari terbit.
Referensi: HSR Bukhari vol. 1 no. 569.
حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، قَالَ حَدَّثَنَا حُصَيْنٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سِرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ لَوْ عَرَّسْتَ بِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ " أَخَافُ أَنْ تَنَامُوا عَنِ الصَّلاَةِ ". قَالَ بِلاَلٌ أَنَا أُوقِظُكُمْ. فَاضْطَجَعُوا وَأَسْنَدَ بِلاَلٌ ظَهْرَهُ إِلَى رَاحِلَتِهِ، فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ فَنَامَ، فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَقَدْ طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَالَ " يَا بِلاَلُ أَيْنَ مَا قُلْتَ ". قَالَ مَا أُلْقِيَتْ عَلَىَّ نَوْمَةٌ مِثْلُهَا قَطُّ. قَالَ " إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ، وَرَدَّهَا عَلَيْكُمْ حِينَ شَاءَ، يَا بِلاَلُ قُمْ فَأَذِّنْ بِالنَّاسِ بِالصَّلاَةِ ". فَتَوَضَّأَ فَلَمَّا ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ وَابْيَاضَّتْ قَامَ فَصَلَّى.
Telah menceritakan kepada kami 'Imran bin Maisarah,dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail,
dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hushain dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya,
dia berkata:
Kami pernah berjalan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu malam.
Sebagian kaum lalu berkata: "Wahai Rasulullah, sekiranya Tuan mau istirahat sebentar bersama kami?"
Beliau menjawab: "Aku khawatir kalian tertidur sehingga terlewatkan shalat."
Bilal berkata: "Aku akan membangunkan kalian."
Maka merekapun berbaring, sedangkan Bilal bersandar pada hewan tunggannganya. Tapi rasa kantuknya mengalahkannya dan akhirnya iapun tertidur. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terbangun ternyata matahari sudah terbit.
Maka beliau pun bersabda: "Wahai Bilal, mana bukti yang kau ucapkan!"
Bilal menjawab: "Aku belum pernah sekalipun merasakan kantuk seperti ini sebelumnya."
Beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula. Wahai Bilal, berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk shalat!"
Kemudian beliau berwudlu. Ketika matahari meninggi dan tampak sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan shalat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar